INDIKATOR PENILAIAN AYAM GAGA
1. JENIS KATEGORI GERETE
Pada
dasarnya jenis kategori ayam gerete ini yang dilaksanakan pada Kontes
baik tingkat Kabupaten maupun tingkat Provinsi pada umumnya hanya
menggunakan Kriteria kerajinan bunyi ( Rutinitas Bunyi dan penampilan
ayam seperti kebersihan bulu, kombinasi warna bulu, dan kegagahan ayam)
2. JENIS KATEGORI GAGA’ (DANGDUT)
Alunan Suara.
Dalam penilaian Alunan suara dalam ayam gaga, ada 3 ( tiga ) hal pokok yang perlu diketehui tentang suara antara lain :
1. Suara Angkatan/ Depan/Awal
2. Suara Tengan/ Stef
3. Suara Penutup/ Variasi
Ad.1. Suara Depan/Angkatan/Awal yaitu,
Suara
yang dikeluarkan oleh seekor ayam pada awal permulaan /angkatan
dimana ayam dapat mengeluarkan suara yang dimiliki sekeras mungkin .
Ad.2. Suara Tengah / stef yaitu :
Suara yang dikeluarkan oleh seekor ayam pada saat pertengahan dimana ayam dapat mengeluarkan alunan suaranya semerduh mungkin.
Ad.3. Suara Penutup / Variasi yaitu :
Suara
yang dikeluarkan oleh seekor ayam pada saat bagian akhir/penutup suara
dimana ayam dapat mengeluarkan suaranya sesuai variasi yang dimiliki.
Irama Suara.
Indikator
irama suara dalam Kategori Dangdut diperlukan suatu suara Rendah, suara
sedang dan suara tinggi dengan penjelasan sebagai berikut :
• Suara satu yaitu jenis suara yang punya tekanan rendah.
• Suara dua yaitu Jenis suara yang punya tekanan sedang
• Suara tiga yaitu jenis suara yang tekanan Tinggi
Adapun kriteria jenis suara dalam penilaian alunan suara yaitu :
Nilai Paling bagus :
• Awal/angkatan/Depan memiliki suara tiga
• Tengah/Stef memiliki suara dua
• Akhir/Penutup/Variasi memiliki suara tiga
Nilai Baik :
• Awal/angkatan/depan memiliki suara tiga
• Tengah/Stef memiliki suara dua/satu
• Akhir/Penutup/Variasi memiliki suara dua
Nilai Sedang :
• Awal/Angkatan/depan memiliki suara dua
• Tengah/ Stef memiliki suara dua
• Akhir/Penutup/Variasi memiliki suara dua
Nilai Kurang :
• Angkatan/depan memiliki suara dua
• Tengah/Stef meiliki suara dua
• Penutup/Variasi memiliki suara satu.
3. JENIS KATEGORI DODO ( SLOW )
Alunan Suara
Alunan
suara merupakan salah satu Indikator utama dalam penilaian ayam gaga
jenis kategori Slow ( Doddo ).Pada Indikator Alunan suara ini ada tiga
hal pokok penting diketahui pada jenis suara atl :
1. Angkatan/ Awal/ Depan.
Suara
yang dikeluarkan oleh seekor ayam pada awal/ angkatan bunyi dimana ayam
dapat mengeluarkan Tekanan suaranya semaksimal mungkin.
2. Suara Tengah / Stef.
Suara
yang dikeluiarkan oleh seekor ayam pada pertengahan /Stef yang
mempunyai ketukan yang lambat dan biasanya dipakai dalam perlombaan atau
Kontes adalah ketukan tiga keatas. Terkadang Stef ini mempunyai
intonasi suara yang meratadari dari ketukan pertama sampai akhir
ketukan. Biasanya ayam yang mempunyai kualitas bunyi yang bagus adalah
ayam yang mempunyai ketukan minimal empat ketukan secara merata.
3. Suara Penutup/ Variasi.
Suara
yang dikeluarkan oleh sekor ayam pada akhir/Penutup bunyi biasa disebut
Variasi bunyi. Variasi bunyi memang agak sulit dicari bunyi ayam yang
mempunyai Variasi Total . Yang dimaksud Variasi Yaitu Suara penutup dari
alunan suara yang dikeluarkan oleh seekor ayam gaga.
Rutinitas Bunyi
Rutinitas
bunyi merupakan salah satu Indikator penilaian ayam gaga , namun hanya
sebagai pelengkap Indikator. Yang dimaksud Rutinitas bunyi adalah
Kerajianan bunyi seekor ayam dalam Kontes perlombaan pada waktu tertentu
setiap seri/Babak . Dalam kerajinan bunyi ada standar bunyi yang
dipakai yaitu paling sedikit dua kali bunyi sebab terkadang ada ayam
yang punya kualitas bunyi sangat bangus hanya satu kali bunyi, maka pada
perinsipnya kalau hanya satu kali bunyi maka tidak ada angka
pembanding. Oleh karena itu walaupun ayam hanya bunyi dua kali tetapi
mempunyai kualitas bunyi sangat bangus maka ayam tersebut diperhitungkan
dalam hasil akhir.
Dalam penilaian rutinitas bunyi ayam telah ditetapkan sbb :
15 kali bunyi atau lebih diberi nilai 5
10 – 14 kali bunyi diberi nilai 4
5 – 9 kali bunyi diberi nilai 3
2 – 4 kali bunyi 2,
Jenis Suara
Indikator
jenis suara merupaka salah satu Indikator pendukung dalam akumulasi
nilai disetiap lomba, namun jenis suara ini bukan menjadi penilaian
indokator utama. Yang menjadi Indikator utama dalam penilaian ketegori
Dangdut adalah :
1. Irama Suara
2. Alunan suara :
• Suara Angkatan/Awal/ Depan
• Suara Tengash/ Stef
• Suara Penutup/Akhir/Variasi.
•
Jenis suara dalam ayam gaga dibagi dua Kategori Yitu Kategori Kristal
dan Kategori Cowong. Sedangkan Kategori Kristal terdiri dari :
3. Kategori Kristal penuh dengan nilai 5
4. Kategori Setengah Kristal dengan 4,5
5. Untuk Kategori Cowong diberi nilai 4.
POWER /KEKUATAN BUNYI.
Power
adalah Kekuatan bunyi seekor ayam gaga pada setiap alunan suara .
Power merupakan salah satu Indikator utama dalam penilaian . Oleh karena
itu Power yang dimiliki oleh seekor ayam sudah pasti besar pengaruhnya
terhadap alunan suara seekor ayam gaga.
Pada
umumnya Jenis Kategori Slow ditargetkan atau punya Standart Stef atau
Ketukan minimal empat ketukan agar dalam penilaian Alunan suara bias
lengkap.
JENIS SUARA.
Jenis
suara merupakan salah satu Indikator pendukung dalam akumulasi nilai
dari suara ayam gaga. Ada dua jenis suara suara ayam gaga yaitu :
• Suara Kristal yaitu jenis suara jernih , kental dan tajam kedengarannya.
• Suara Cowong yaitu jenis suara merduh, keras dan bass.
Namun
perlu diketahui para penggemar ayam gaga/ketawa bahwa dari dua jenis
suara diatas terkadang memunculkan suara yang tidak normal baik dari
jenis suara Kristal maupun jenis suara cowong seperti :
• Jenis suara Kristal terkadang memunculkan suara pecah terutamah pada bunyi akhir.
•
Jenis suara Cowong juga terkadang memunculkan suara parau atau suara
pecah pada bunyi akhir ayam. Jadi kedual hal diatas dikategorikan jenis
suara yang tidak normal.
•
Berdasarkan Indikator pemberian nilai dalam dalam lomba atau Kontes,
jenis suara Kristal lebih tinggi nilainya disbanding dengan jenis suara
cowong.
RUTINITAS BUNYI.
Rutinitas
bunyi yang dimaksud adalah Kerajinan bunyi ayam pada suatu lomba atau
Kontes dalam kurung waktu tertentu.Indikator ini merupakan salah satu
Indikator pendukung , bukan merupakan Indikator utama pada suatu
penilain ayam gaga. Rutinitas bunyi dipakai pada saat ayam mempunyai
nilai yang sama dari semua Indikator baik dilihat dari Power, Alunan
suara maupun jenis suara. Pada perinsipnya Rutinitas bunyi dipakai
standart dua kali bunyi.
Adapun standart penilaian kerajinan bunyi dapat dilihat sbb :
• 15 kali bunyi atau lebih diberi nilai sangat baik ( 5 )
• 10 -14 kali bunyi diberi nilai Baik ( 4 )
• 5 – 9 kali bunyi diberi nilai Sedang ( 3 )
• 2 – 4 kali bunyi diberi nilai Kurang ( 2- 2,5 )
• Tidak pernah sama sekali bunyi berarti tidak ada penilaian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar